3 hari menjelang eksekusi terakhir di Elektro

Grogi….deg-degan….bingung….dll….. Perasaan ini mungkin umumnya hinggap dalam perasaan teman-temanku yang akan menghadapi ujian kompre. Ini juga yang kualami saat ini. Ujian kompre yang tinggal 3 hari lagi (hari Jumat tanggal 27 Februari 2009), namun groginya udah terasa dari sekarang hehe….

Yahh pokoknya Bismillah saja, semoga Allah meridhoi kelancaranku untuk melalui tahap akhir perjalananku di Elektro…. Tak lupa kumohonkan ridho ayah dan ibu, sebab tanpa ridho mereka berdua, sangat besar kemungkinan Allah juga tidak meridhoi perjalananku….

Bismillah….Ya Allah kumohonkan ridhoMu atas segala usaha dan dayaku….berikanlah aku kelancaran dan kekuatan untuk menghadapi setiap tantangan dan ujian

Russia, Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Uzbekistan and Tajikistan - Rapid Reaction Force to Equal NATO

Written by www.daily.pk

Friday, 06 February 2009 17:12

The collective rapid-reaction force to be created by a post-Soviet regional security bloc will be just as good as comparable NATO forces, Russian President Dmitry Medvedev said on Wednesday.
The Collective Security Treaty Organization (CSTO) agreed on Wednesday at a summit in Moscow to set up the new force, to be based in Russia.
Medvedev said the force, to be comprised of a “sufficient” number of units, would be “well trained and well equipped.”
“Russia is ready to contribute a division and a brigade,” he said. “This gives you an idea of the scale.”

The Russian president also said the CSTO was open for cooperation with the United States in the fight against terrorism in Central Asia.
The Collective Security Treaty Organization (CSTO) is a security grouping comprising the former Soviet republics of Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Russia, Uzbekistan and Tajikistan.
The rapid-reaction force agreement was signed by the leaders of all CSTO member states in the Kremlin, although Uzbekistan recorded “a special opinion.”
“Uzbekistan cannot accept the provision whereby all special services, including emergency services, are to be part of the collective force,” CSTO press secretary Vitaly Strugovets said.
The force will be used to repulse military aggression, conduct anti-terrorist operations, fight transnational crime and drug trafficking, and neutralize the effects of natural disasters.
The force will be permanently based in Russia and placed under a single command, with CSTO member countries contributing special military units.
A source in the Russian delegation said Uzbekistan would not participate in the collective force on a permanent basis but would “delegate” its detachments to take part in operations on an ad hoc basis.

Link:

http://www.daily.pk/world/europe/9419-russia-armenia-belarus-kazakhstan-kyrgyzstan-uzbekistan-and-tajikistan-rapid-reaction-force-to-equal-nato.html#

—-Baguslah siip, kalo perlu hajar aja US dan sekutu2nya di NATO, bosan liat negara2 arogan macam mereka—-

Sistem Kendali Senjata Otomatis Dislitbang AL (credit to mas dsofandi)

Dilatarbelakangi akan kebutuhan dan peningkatan kemampuan sistem senjata terpadu, Dislitbang AL membangun sistem kendali senjata mesin yang akan diaplikasikan kebeberapa Ranpur yang dimiliki korps Marinir.

Sistem ini diharapkan bisa menggantikan pengoperasian (bidik dan gerak) senapan mesin Ranpur secara manual.

“Target kami nantinya sistem ini dapat terintegrasi dengan kontrol dan sensor deteksi yang ada, Sehingga pengoperasiannya bisa dilakukan langsung dari dalam Ranpur. Sehingga unsur keselamatan personil dapat lebih terjamin. Dan juga mengurangi ketergantungan terhadap produk luar negeri”. ungkapkan staf Dislitbang AL.

Untuk sementara ujicoba masih dilakukan pada senapan mesin berkaliber ringan (7,62mm). Targetnya sistem ini akan menggunakan senapan mesin kaliber berat (12,7mm) dengan monitor warna dan Kamera pembidik. Jika memungkinkan sensor thermal juga bisa di integrasikan didalamnya.

Hasil uji coba program yang telah dijalani, sistem mampu memberikan sinyal dan data kepada driver motor yang memproses input data dari joystick untuk menggerakkan bearingan dan elevasi mounting senjata.

Seluruh perangkat keras seperti motor penggerak baringan dan elevasi (mounting senjata) penggerak picu (firing), kamera dan monitor TV dapat dioperasikan dengan baik. Sehingga operator dapat membidik dan menembak sasaran dengan menggunakan joystick dan monitor TV.

Copyright@lutsista
http://alutsista.blogspot.com/2008/12/sistem-kendali-senjata-otomatis.html

Entahlah Kek, kenapa aku begitu sulit melupakanmu….

Kek….
seandainya saja engkau bisa mendengar
ingin kusampaikan banyak hatur terima kasih atas segala nasihatmu
engkau yang begitu penyayang pada cucu-cucumu
penuh perhatian pada cucu-cucumu

seringkali aku tidak kuat menahan tangis kalau ingat dirimu kek….
seperti yang terjadi saat acara Hero’s Day Matos, 13 Nopember 2008
saat itu ada veteran pejuang seperti engkau bercerita tentang perjuangan masa lalu
saat itu pula aku teringat engkau

Entahlah kek….
Tapi terima kasih atas segala nasihat dan kasih sayangmu….
Semoga aku bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi agama dan negara
seperti yang engkau dan para pejuang dahulu lakukan
Semoga Allah mencatat keikhlasan perjuanganmu dan para pejuang lainnya
salam hormatku untukmu kakekku tercinta

-anadhar-

KHAIBAR…KHAIBAR… YA YAHUUD JAISY MUHAMMAD SAUFA YA’UUD!!!!

Khaibar…khaibar….ya Yahuud (ingatlah ketika kalian diusir dari Khaibar wahai Yahudi)
bukan karena ke-Yahudianmu, tapi karena pengkhianatanmu terhadap umat Islam Madinah
Ingat itu pula sekarang wahai Yahudi Zionis
ingat semua kekacauan yang kalian terhadap dunia
ingat berbagai malapetaka yang kau timbulkan
skenario Perang Dunia 1 dan 2
skenario WTC
skenario penguasaan negeri-negeri Muslim
Iraq, Bosnia, Afghanistan, Palestina
dengan Protokol dan Talmud kitab satanicmu itu
kau injak-injak Al Aqsa
kau porak-porandakan sistem kehidupan
kau hancurkan moral manusia

Khaibar…khaibar….ya Yahuud
Mimpi Israel Raya tak akan pernah terwujud
Mimpi The New World Order hanya akan jadi mimpimu di siang bolong

Khaibar…khaibar….ya Yahuud
Jaisy Muhammad saufa Ya’uud
(Pasukan Muhammad akan kembali)
Kehancuranmu segera tiba wahai Yahudi Zionis

Sebuah pelajaran dari Surat Al Fiil (Bombardir squadron Ababil atas kavaleri Gajah)

Jangan sombong, angkuh, arogan dan dengki jika tidak ingin dihancurkan, mungkin itulah yang bisa direnungkan dari peristiwa dihancurkannya pasukan kavaleri Gajah oleh burung Ababil (terlalu berlebihan ya bahasanya hehehehe….). Kisah yang tersurat di dalam Surat Al Fiil di dalam Al Quran ini akan membawa kita ke sebuah sejarah kehancuran pasukan yang dipimpin raja Abrahah bin Al Asyram dari Yaman yang berada di bawah kekuasaan Romawi.

Pasukan ini dihancurkan oleh Allah ketika dengan congkaknya berusaha menghancurkan Ka’bah di Makkah Al Mukaromah. Rasa congkak yang dilandasi atas kedengkian terhadap ramainya Ka’bah yang dikunjungi para peziarah. Dengan keyakinan yang super-over confidence, bersama pasukan gajahnya yang kuat, Abrahah menuju Ka’bah dengan satu tujuan, “Menghancurkan Ka’bah hingga rata dengan tanah”.

Walhasil, kita tahu bahwa pada akhirnya pasukan ini hancur oleh dijatuhkannya bom-bom Sijjil (batu-batu dari neraka jahanam) yang dibawa Ababil.

Sekitar dua tahun lalu, saat mulai hangatnya Amerika mau pemilihan calon Presiden lagi, Tom Tancredo pernah mengatakan jika dia terpilih menjadi Presiden Amerika akan membombardir Makkah untuk mematikan gerakan para “teroris” (bilang aja mau membuat seluruh umat Islam di dunia bangkit meratakan Amerika dengan tanah). Lagi-lagi ini merupakan ciri khas kesombongan orang-orang yang merasa dirinya paling kuat dan berhak menentukan arah negara lain. Ciri khas imperialis modern (Romawi gaya baru).

Rupanya ekonomi yang collapse gara-gara resesi, masih belum menyadarkan pemerintah negara congkak ini untuk “kembali menggunakan hati nuraninya” Mungkin memang perlu dijatuhkan Sijjil yang lain untuk menghancurkan Pentagon dan Gedung Putih ya hehehehe….

Kembali ke nama Sijjil, tanggal 18 Nopember 2008, Iran berhasil melakukan uji coba rudal terbarunya yang bernama Sijjil (nama yang keren..). IRNA melaporkan, rudal darat ke darat (Surface to Surface Missiles) ini memiliki jangkauan 1000 km, masih kalah sama Shahab-5 yang ditengarai memiliki range 2.175 mil dan bisa mencapai London pada tahun 2015. Namun walaupun begitu, mungkin jika dulu Tom Tancredo yang terpilih menjadi Presiden Amerika, dan dia bener-bener menyerang Makkah, mungkin rudal-rudal ini bisa menjadi penjaga Makkah (terlepas dari kontroversi Sunni-syiah). Atau kalo tetap congkak, TOPOL-M bisa meluncur dari Rusia ke Washington, game over tuh negara hehehe….

Ya….semoga umat Islam pun bisa lebih memperkuat diri, dan tentunya untuk tetap menghindari sikap sombong dan congkak, cukup kekalahan dalam perang Uhud memberikan kita pelajaran yang berarti….

INDRA: Radar Pertama Buatan Anak Bangsa

JAKARTA — Sebagai Negara kepulauan, Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau besar dan kecil yang dikelilingi luasnya lautan. Hal ini membuat Indonesia memiliki potensi kekayaan bumi yang melimpah, namun juga memberikan resiko dan permasalahan yang besar. Kenyataannya Indonesia menghadapi banyak ancaman dan permasalahan akibat posisi geografisnya, seperti konflik teritorial dengan Negara tetangga, penyelundupan kekayaan alam, pembajakan kapal laut, dan terorisme.

Untuk mengurangi masalah yang ditimbulkan sekaligus membantu memaksimalkan pengawasan dan pengamanan negara, Indonesia memerlukan suatu sistem pengamanan terintegrasi yang diaplikasikan ke dalam bentuk radar. Selama ini teknologi radar dikuasai oleh pihak asing. Bertahun-tahun lamanya Indonesia membeli radar dari negara lain dengan biaya sangat tinggi untuk memenuhi kebutuhannya.

Beno Pradekso, Direktur Utama Solusi247 menyatakan, “Sudah waktunya teknologi strategis seperti radar, dikuasai oleh sebuah bangsa besar seperti bangsa Indonesia. SOLUSI247 bersama dengan divisi radar RCS-247 (Radar & Communication Systems) berhasil meluncurkan sebuah karya anak bangsa di bidang teknologi radar. Radar buatan anak bangsa ini diberi nama INDRA.

Radar Maritim INDRA dibangun dengan kemampuan mendeteksi dan mengukur jarak sebuah kapal di lautan dengan penggunaan teknologi Frequency Modulated Continuous Wave (FMCW) yang mampu menghasilkan radar canggih dengan daya pancar sangat rendah. Karena daya pancarnya yang sangat rendah itu INDRA dapat dioperasikan dimana saja dan tidak akan menggangu perangkat-perangkat lain di sekitarnya.

Dalam proses pembangunan INDRA, RCS-247 bekerjasama dengan institusi-institusi riset, pendidikan dan swasta dalam negeri seperti PPET- LIPI, ITB, UI dan IDE. Dalam kerjasama ini, pembangunan INDRA dilakukan sepenuhnya di Indonesia oleh insinyur-insinyur terbaik anak bangsa. Teknologi radar yang diterapkan pada INDRA didukung juga oleh institusi riset IRCTR - TU Delft di Belanda yang memang sudah sejak lama menguasai teknologi ini.

Mengukur dengan Akurat

Pada tanggal 24 Oktober 2008, untuk pertama kalinya INDRA diujicobakan di pantai Cilegon, Banten. Ujicoba ini disaksikan juga oleh Dinas Litbang TNI-AL. Dalam penampilan perdananya, INDRA mengukuhkan eksistensinya sebagai radar maritim. Hal ini dibuktikan dengan kemampuannya mendeteksi dan mengukur jarak sebuah kapal yang sedang berlayar di laut dengan akurat.

Dr. Ir. A. Andaya Lestari, Head of Division dari RCS-247 menegaskan, “Tanggal 24 Oktober 2008 merupakan momen bersejarah bagi dunia IPTEK Indonesia. Hari itu untuk pertama kalinya setelah 63 tahun kemerdekaan Indonesia, akhirnya sebuah radar buatan bangsa Indonesia telah berhasil dibangun dan dioperasikan. “Semoga keberhasilan ini turut menyemarakkan 100 tahun kebangkitan nasional Indonesia,” kata Andaya.

Saat ini RCS-247 mengembangkan beberapa varian dari radar maritim yaitu Radar Kapal (Marine Radar) dan Radar Pantai (Coastal Radar) yang dapat berfungsi sebagai radar stand alone maupun membentuk jaringan radar. RCS-247 juga telah mengembangkan dan mengoperasikan sebuah Radar Penembus Tanah atau Ground Penetrating Radar (Georadar) yang berfungsi untuk mendeteksi benda-benda yang tertanam di dalam tanah.

“Dengan diluncurkannya INDRA, Indonesia telah berhasil membuat radar sendiri dengan keunggulan yang mampu bersaing dengan radar buatan luar negeri,” kata Andaya menambahkan. - ah

By Republika Contributor
Kamis, 27 November 2008 pukul 10:18:00

Sumber:http://republika.co.id/berita/16814.html

Laporan AS : RI, Turki, Iran Akan Jadi Negara Kuat

Washington,  (ANTARA News) - Dewan Intelijen Nasional, bersama-sama dengan 16 badan intelijen AS, dalam satu laporan baru-baru ini  berjudul “Global Trends 2025″ mengatakan Turki kemungkinan besar dalam 15 tahun mendatang akan terjadi perpaduan kekuatan Islam dan nasionalis, yang bakal menjadi model untuk mempercepat modernisasi negara-negara di Timur Tengah.

Sebagaimana dilaporkan IINA, laporan itu menyebutkan bahwa Turki kemungkinan akan memegang lebih banyak peran secara ekonomi dan politik di dunia internasional pada 2025, namun negara itu akan menjadi lebih Islami dan Nasionalis, demikian perkiraan badan intelijen AS dalam laporan yang disiarkan, Kamis lalu.

Dewan Intelijen Nasional (NIC), bersama-sama dengan 16 badan intelijen AS, dalam laporan itu mengatakan pengaruh AS akan mulai turun pada 15 hingga 20 tahun mendatang, sementara China dan India akan memperkuat posisi mereka.

Adapun pengaruh Rusia diramalkan akan naik dan turun.

NIC meramalkan, di kalangan negara Muslim “yang akan memiliki kekuatan politik dan ekonomi dalam 15 tahun mendatang adalah Iran, Indonesia, dan Turki”.

“Turki sangat mungkin akan menuju perpaduan kekuatan Islam dan nasionalis, bakal menjadi model untuk mempercepat modernisasi negara-negara di Timur Tengah,” kata laporan itu.

NIC mengatakan pihaknya memperkirakan sekularisme di Timur Tengah akan menyurut sejalan dengan percontohan Turki.

“Di Timur Tengah, sekularisme — yang juga dianggap sebagai bagian integral model Barat –  mungkin menurun secara tajam karena partai-partai Islam mendominasi dan menguasai pemerintahan,” katanya.

“Turki saat ini, kami dapat melihat Islamisasi meningkat dan sangat menekankan pertumbuhan ekonomi dan modernisasi,” katanya.

Namun negara-negara Timur Tengah dan Turki Islam akan menjadi calon untuk berpengaruh lebih penting, kata NIC.(*)

Sumber:

http://antara.co.id/arc/2008/11/24/laporan-as–ri-turki-iran-akan-jadi-negara-kuat/

========================================================

Hanya sebuah ucapan….Bismillah….Allahumma Amin….semoga negara-negara Muslim yang lainnya juga mendapatkan kesadaran dan kebangkitan, tidak lagi menghamba kepada negara besar yang imperialis….

Sudah satnya setiap Muslim sadar mereka punya pondasi potensi yang besar dan kekuatan yang terpendam

Panser Kanon buatan PT Pindad….go..go..Indonesia

19 November 2008
Panser Terbaru Pindad Bersenjata Kanon

Foto dari Angkasa Online

Foto dari saudara Aries, credit to all my friend in Kaskus Military Forum

Credit to brother Aries, Indodefence and Indoaerospace 2008

Credit to brother Aries, Indodefence and Indoaerospace 2008

Ada jagoan terbaru saat mengunjungi stand BUMN Industri Strategis dalam pameran Indo Defence & Aerospace 2008 di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur (19/11). Tidak lain adalah panser terbaru PT Pindad berlaras kanon kaliber 90 mm. Panser kanon ini dibuat seangkatan dengan panser 6×6 yang telah masuk tahap uji coba dan beberapa demo dinamik termasuk di hadapan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pembukaan pameran ini. Bedanya panser ini baru akan diujicoba paling cepat awal tahun 2009.

Sumber Pindad menyebutkan, permintaan sementara untuk memenuhi kebutuhan Kavaleri TNI AD akan panser kanon ini berjumlah 20-an unit. Pindad telah menyelesaikan prototipe pertama yang kini dipamerkan dalam Indo Defence. “Tinggal menunggu pemasangan mesin saja,” kata Tri Hardjono, Direktur Pengembangan dan Perencanaan di stan Pindad kepada Angkasa.

Panser menggunakan mesin Renault Diesel Inline 6 Cylinder 320 HP Turbo Charger Intercooler. Selain mengusung senjata utama berkaliber 90 mm, panser juga dilengkapi senjata pendukung berupa senapan mesin koaksial kaliber 7,62 mm.

Panser memiliki dimensi 6 m x 2,5 m x 2,9 m untuk ukuran panjang x lebar x tinggi. Ranpur dapat dipacu hingga jarak jelajah 600 km. Kecepatan maksimum mencapai 90 km/jam serta radius putar 10 m. Kelengkapan lain yang ditempelkan pada ranpur adalah NVG (night vision gogle) dan Winch 6 ton. (roni)

Sumber:

http://www.angkasa-online.com/read/news/782/panser.terbaru.pindad.bersenjata.kanon

Go..go..Indonesia….Bravo Indonesia….

Bapak Liem Tiang Gwan, Ahli Radar Dunia, Putera Indonesia

Anda yang pernah atau berkali-kali mendarat di Bandara Heathrow, London, Inggris, barangkali tidak mengetahui bahwa radar (radio detection and ranging) yang digunakan untuk memantau dan memandu naik-turunnya pesawat dirancang oleh putra Indonesia kelahiran Semarang.

Selain itu, banyak negara di Eropa serta militer menggunakan jasanya untuk merancang radar pertahanan yang pas bagi negaranya.

Itulah Liem Tiang-Gwan, yang selama puluhan tahun bergelut dan malang melintang dalam dunia antena, radar, dan kontrol lalu lintas udara. Maka, bagi mereka yang biasa berkecimpung dalam dunia itu, pasti tidak asing dengan pria kelahiran Semarang, 20 Juni 1930, ini.

Namanya sudah mendunia dalam bidang radar, antena, dan berbagai seluk-beluk sistem gelombang elektromagnetik yang digunakan untuk mendeteksi, mengukur jarak, dan membuat peta benda-benda, seperti pesawat, kendaraan bermotor, dan informasi cuaca.

”Sekolah saya dulu berpindah-pindah. Saya pernah di Jakarta, lalu di Taman Siswa Yogyakarta, kemudian menyelesaikan HBS (Hoogere Burgerschool) di Semarang tahun 1949. Setelah itu, saya masuk Institut Teknologi Bandung dan meraih sarjana muda tahun 1955. Saya melanjutkan studi di Technische Universiteit (TU) Delft, lulus tahun 1958,” ujar pria yang kini berusia 78 tahun dan bermukim di kota Ulm, negara bagian Bavaria, Jerman.

”Lalu saya ke Stuttgart dan bekerja sebagai Communication Engineer di Standard Elektrik Lorenz, yang sekarang dikenal dengan nama Alcatel,” kata Liem.

Meskipun sudah bekerja dan mendapatkan posisi yang lumayan, Liem muda masih berkeinginan untuk kembali ke Tanah Air. Ia masih ingin mengabdikan diri di Tanah Air. Maka, tahun 1963 ia memutuskan keluar dari tempatnya bekerja di Stuttgart dan kembali ke Indonesia.

”Apa pun yang terjadi, saya harus pulang,” ujarnya mengenang.

Hidup berubah

Niat untuk kembali ke Tanah Air sudah bulat. Barang-barang pun dikemas. Seluruh dana yang ada juga dia bawa serta. Liem muda menuju pelabuhan laut untuk ”mengejar” kapal yang akan menuju Asia dan mengantarnya kembali ke Tanah Air. Kapal, itulah sarana transportasi yang paling memungkinkan karena pesawat masih amat terbatas dan elitis.

Namun, menjelang keberangkatan, Liem mendapat kabar bahwa Indonesia sedang membuka konfrontasi dengan Malaysia. Karena itu, kapal yang akan ditumpangi tidak berani merapat di Tanjungpriok, Jakarta. Kapal hanya akan berlabuh di Thailand dan Filipina. Maka, bila Liem masih mau kembali ke Indonesia, ia harus turun di salah satu pelabuhan itu.

”Saat itu saya benar-benar bingung. Bagaimana ini? Ingin pulang, tetapi tidak bisa sampai rumah, malah terdampar di negeri orang. Saya memutuskan untuk membatalkan kepulangan. Seluruh koper dan barang bawaan diturunkan lagi, padahal saat itu uang sudah habis. Tetapi dari sinilah, seolah seluruh hidup saya berubah. Saya kembali lagi bekerja di Stuttgart sebagai Radar System Engineer di AEG-Telefunken. Perusahaan ini sekarang menjadi European Aeronautic Defence and Space (EADS),” katanya.

Sejak itu, karier Liem di bidang gelombang elektromagnetik dan dunia radar semakin berkibar. Setelah bekerja di EADS, ia diminta menjadi Kepala Laboratorium Radarsystem-theory tahun 1969-1978, disusul kemudian Kepala Seksi (bagian dari laboratorium), khusus menangani Systemtheory and Design, untuk sistem radar, pertahanan udara, dan Sistem C3 (Command Control Communication). Sebelum pensiun pada tahun 1995, Liem masih menjabat sebagai Kepala Departemen Radar Diversifications and Sensor Concepts.

”Meski sudah pensiun, hingga tahun 2003 saya masih diminta menjadi consulting engineer EADS,” tambahnya.

Paten

Perannya yang amat besar dalam bidang radar, sensor, dan gelombang elektromagnetik membawa Liem untuk mematenkan sejumlah temuannya. Puluhan temuannya diakui berstandar internasional, kini sudah dipatenkan.

”Yang membuat saya tergetar, ketika menyiapkan Fire Control and Battlefield Radars, Naval Fire Control Radar dan sebagainya. Ini kan untuk perang dan perang selalu membawa kematian. Juga saat saya merancang MSAM Systems: Hawk Successor; Airborne High Vision Radar dan sebagainya,” kata Oom Liem.

Dia menambahkan, ”Saya sendiri sudah tidak ingat lagi berapa rancangan radar, antena, dan rancangan sinyal radar yang sudah saya patenkan. Itu bisa dibuka di internet.”

Indonesia

Secara sederhana, ilmu tentang elektro yang pernah ditekuni selama belajar, coba dikembangkan oleh Om Liem. Dalam sistem gelombang radio atau sinyal, misalnya, ketika dipancarkan, ia dapat ditangkap oleh radar, kemudian dianalisis untuk mengetahui lokasi bahkan jenis benda itu. Meski sinyal yang diterima relatif lemah, radar dapat dengan mudah mendeteksi dan memperkuat sinyal itu.

”Itu sebabnya negeri sebesar Indonesia, yang terdiri dari banyak pulau, memerlukan radar yang banyak dan canggih guna mendeteksi apa pun yang berseliweran di udara dan di laut. Mata telanjang mungkin tidak bisa melihat, apalagi dengan teknologi yang semakin canggih, pesawat bisa melintas tanpa meninggalkan suara. Semua itu bisa dideteksi agar Indonesia aman,” tambah Liem.

Akan tetapi, berbicara mengenai Indonesia, Liem lebih banyak diingatkan dengan sejumlah kawan lama yang sudah sekian puluh tahun berpisah. ”Tiba-tiba saja saya teringat teman-teman lama, seperti Soewarso Martosuwignyo, Krisno Sutji, dan lainnya. Saya tidak tahu, mungkinkah saya bertemu mereka lagi?” ujarnya sambil menerawang jauh melalui jendela kaca di perpustakaan pribadinya.

Sumber : http://cetak.kompas.com/sosok

Selasa 29 Juli 2008

Ini beberapa hasil karya beliau (Konsep, pengembangan, dan hasil rancangan yg sdh dipatenkan) :

I. Studies
- MSSR (Manopulse Secondary Surveillance Radar), DABS (Discrete Address Beacon System)
- Military Passive Sensors
http://www.fao.org/docrep/003/T0446E/T044619.gif
- Tactical Datalinks
- MSAM (Medium Surface to Air Missile) for HAWK replacement.

II. System Design dan Proyek
- Military Radar : Army3D-Radar TRMS; Naval 3D Radar
http://www.defenseindustrydaily.com/images/ELEC_Radar_EADS_TRML_3D_lg.jpg
- Fire Control and Battlefield Radars; Naval Fire Control Radar
- MSAM System; HAWK Succsessor
http://www.global-defence.com/1998/Missiles/images/P45%20Pic%20B.jpg
- Airborne High Vision Radar (Milimeter Microwave Radar).

III. Sejumlah radar yg sudah dipatenkan, diantaranya sistem radar 3D dan 2D; sistem Antena dan desain sinyal radar.